Jelang Ramadhan, Ini 7 Ide Bisnis Selama Pandemi

Bicara sejarah mula jadinya kuliner gudeg ini tentu bukan hal mudah. Penulisan sejarah masyarakat dengan berangkat dari mendedah sejarah perkembangan kulinernya di sini tampaknya belum menjadi obyek penelitian yang serius. Multikultural Maluku merupakan khazanah dan modal sosial yang sangat strategis untuk masyarakat Maluku dalam membangun dan memajukan peradabannya. Salah satu modal sosial yang sangat penting dalam masyarakat multikultural yaitu pada setiap etnis dan suku memiliki local knowledge.

Beberapa jenis makanan tradisional kembali menjadi incaran masyarakat

Isinya ada beragam, mulai dari kerupuk, mie, kwetiaw, makaroni, telor, bakso, sosis, hingga ceker. Sementara, untuk kuahnya sendiri memiliki rasa yang gurih dengan tingkat kepedasan yang bisa dipilih sesuai keinginan. Meskipun makanan ini terbilang cukup pedas tetapi kalau sudah makan sekali dijamin deh tak akan bisa berhenti alias ketagihan. Namun saat ini sudah menjadi masakan andalan buat orang-orang Indonesia. Sup Konro merupakan sup iga sapi yang disajikan dengan kuah berwarna coklat. Soto Banjar terbuat dari daging ayam yang dicampur dengan bumbu rempah-rempah, biasanya ditambahkan perkedel dan kentang rebus.

Perkakas ini merupakan alat tradisional khas Kampung Abar di Distrik Ebungfau. Masyarakat ini punya keahlian dalam membuat perkakas yang terbuat dari tanah liat. Tidak hanya menghidangkan masakan khas Sunda, dekorasi Talaga Sampireun dibuat dalam bentuk saung-saung tertutup yang dilengkapi AC.

Sedangkan di Pantai Wedi Ireng terdapat 2 macam pasir, yaitu pasir halus berwarna putih dan pasir coklat yang agak kasar. Wisata pantai Banyuwangi yang di sukai para wisatawan berikutnya adalah Pantai Wedi Ireng. Pantai yang berada di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kabupaten Banyuwangi atau searah dengan Pulau Merah ini sekilas mirip dengan Wineglass Bay yang berada di Australia. Kedua pantai ini jika dilihat dari atas sama-sama berbentuk sabit. Sejarah Ujung Pandang di mulai dari penggunaan nama Ujung Pandang untuk Kota Makassar dan dipakai dari kira-kira tahun 1950-an sampai tahun 2000.

Nama Makasar berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makassar “mangkasara” yang berarti yang menampakkan diri atau yang bersifat terbuka. Sejak awal proses perubahan nama Makassar menjadi Ujung Pandang, telah mendapat protes dari kalangan masyarakat. Beberapa kalangan budayawan, seniman, sejarawan, pemerhati hukum dan pebisinis. Saat terjadi kerugian selama dalam perjalanan, alangkah baiknya kita segera melaporkan ke pihak asuransi. Jika tidak dilaporkan sampai dengan batas waktu yang diberikan, biasanya ketika pengajuan klaim asuransi akan langsung ditolak oleh perusahaan asuransi. Pastikan kartu terusan yang dibeli sesuai dengan periode hari perjalanan.

Garutan